Wednesday, 21 March 2012

KASIHNYA IBU

Kasihnya ibu membawa ke syurga. Ibu adalah seumpama mentari yang seringkali menyinari kehidupan setiap insan di dunia ini. Cintanya seorang ibu kepada anak-anak sudah tersemai sejak mereka di dalam kandungan lagi. Dan kasih tersebut terus berkembang mekar buat selamanya.

Pengorbanan ibu adalah bermula dari mengandungkan anakmu di dalam rahimmu selama sembilan bulan sepuluh hari dan kemudiannya sanggup bertarung nyawa demi menyelamatkan anaknya untuk menjadi khalifah Allah di atas muka bumi ini. Ibu, kini baru kusedar betapa kau sanggup menggantikan kesakitanku ini ketulusan hatimu yang suci sesuci embunan pagi.

Sungguh mulia pengorbanan seorang ibu, Rasullullah SAW bersabda yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.

Ertinya: Dari Abu Hurairah r.a ia berkata telah datang seorang laki-laki kepada Rasulallah SAW maka ia berkata: “Wahai Rasulullah Rasulullah siapakah yang lebih berhak untuk diberi penghormatan yang sebaik-baiknya? Rasulullah menjawab:”IBUMU” Ia berkata lagi: kemudian siapa? Rasul menjawab:”IBUMU” Dia berkata lagi kemudian: kemudian siapa? Rasulullah menjawab”IBUMU” Dia berkata lagi: kemudian siapa? Rasullullah menjawab:”AYAHMU” (Hadis Riwayat BUKHARI DAN MUSLIM).

Kasihnya seorang Ibu kepada anaknya begitu hebat hingga tak mampu untuk kita mengukurnya. Bak umpama air dicincang tidak akan putus, begitulah tingginya nilai kasih seorang yang bergelar ibu.

Tiada lain yang dapat menggantikan kasih sayangmu ibu. Ibu adalah sumber inspirasi yang terbesar buat anak-anak. Walaupun hatimu bersedih, dikau sanggup menyembunyikan kesedihanmu itu demi membuatkan anak-anakmu bahagia. Gelak tawa anak-anakmu adalah penawar segala kepahitan yang dikau alami. Ibu, kaulah insan yang mengajar kami tentang nilai-nilai yang baik dalam kehidupanku. Ku doakan agar setiap titik peluh serta derita yang diharungi mendapat tempat di sisi Allah SWT.Sebagaimana yang diketahui, kedudukan ibu begitu tinggi nilai serta martabatnya pada pandanganAllah.

 Akhirnya, sebagai kesimpulan hargailah ibu kita selagi mereka masih hidup. Tanpa ibu, kehidupan kita langsung tidak mempunyai apa-apa. Begitu tinggi sanjungan dan istimewanya penghormatan Islam terhadap martabat dan kedudukan ibu. Tanpa ibu, siapalah kita. Semua makhluk mempunyai ibu. Tiada satu makhluk pun yang tidak mempunyai ibu, tumbuhan yang membiak melalui pertunasan pun membiak melalui induknya.Siapa induk itu? Induk itulah ibu.Kita pernah mendengar anak yang dilahirkan ke dunia ini tanpa ayah, sebagaimana kisah Nabi Allah,Nabi Isa a.s tetapi kita tidak pernah mendengar anak yang dilahirkan tanpa ibu. Maha Suci Allah.Muliakanlah ibu-ibu kami.

Air Mata Ibu
Oleh Siti Nurhaliza
Apakah sebenarnya
Terbuku dikalbumu
Apakah erti linang airmata di pipimu

Ucapkanlah padaku
Tak bisa kurungkainya
Rahsia yang kau pendam itu

Aku hanya menduga
Tidak mampu merasa
Sebenar-benar perasaanmu

Pengorbanan yang kau lakukan
Untuk dewasakan ku
Hanya bisa ditanggung oleh hati ibu

Namun kupercaya
Takkan terlerai kasih
Ikatan ini takkan putus

Aku hanya menduga
Tidak mampu merasa
Sebenar-benar perasaanmu

Pengorbanan yang kau lakukan
Untuk dewasakan ku
Hanya bisa ditanggung oleh hati ibu

Telah kau telan lara
Dan terima segala
Dugaan dan badai yang melanda…
Duhai ibu

1 comment:

  1. moga kita menjadi anak yang soleh dan solehah, penyejuk mata abah bonda. senyuman mereka asbabnya kita, tangisan mereka asbabnya juga kite..

    rindu sumeeeeee..sob sob

    ReplyDelete